Senin, 07 Juli 2014

SURAT


kadang bagi wanita sulit menafsirkan perasaan yang ia rasakan sendiri,
bahkan tak tahu apa yang sebenarnya ia rasakan terlebih yang dirinya sendiri butuhkan
saya rasa begitu lah yang saya rasakan saat ini..

 
sulit sekali melihat masa depan yang tak sedikitpun bisa kubayangkan bersamamu
bukan karena aku, tak bersedia hidup dengan mu, sama sekali bukan karena itu..
aku hanya takut nantinya hanya kekecewaan yang bisa kita telan pahit nantinya
banyak hal sulit dibenakku,, begitu beratt,, takut sekali jika kamu berkata menyerah..
karena semuanya serasa tidak mungkin untuk kita lewati

tak mungkin rasanya
aku menggigil menahan tangis, takut jika semuanya akan berakhir pahit
dan
ketika ku coba tuk ungkapkan semua ini pada mu
kau suruh aku untuk belajar menahan pahit ini sendiri
mungkin sebab beban yang kau pikul saat ini pun terlampau begitu berat..
hingga membiarkan ku membalut luka sendiri
tetapi atas rasa yang kurasakan ini,,
tumbuh keyakinan nan tinggi
akan impian kita
impian yang bisa kita wujudkan bersama
-------- Didah Hamidah

Rabu, 27 Maret 2013

CERMIN

rasanya saya baru merasa bisa bernafas jika bertemu dengan anda
nyataannya tidak
bertemu dengan anda malah membuat saya sesak

saya katakan tidak bisa hidup tanpa anda
tetapi saya masih tetap hidup sampai sekarang sampai saya bertemu anda bahkan untuk seribu tahun lagi
atau bermilyaran tahun pun saya akan menunggu anda
sebab ingatan tentang anda akan saya dapatkan suatu hari nanti dan pastinya akan abadi

jika nanti bertemu
saya katakan inilah saya
dan saya buka dada saya
apa anda bisa melihat hati saya?

lihatlah hati saya, hanya ada anda.
percayalah
sebab anda tak pernah membayangkan betapa sakitnya saya yang
harus menyabit dada saya hanya untuk mengeluarkan hati saya
agar anda bisa melihatnya.

bukankan hati saya seperti cermin bagi anda?
hanya ada anda
apa ini yang dimaksud Tuhan dengan
jodoh cerminan diri?
bukan berarti mirip
bukan berarti sepaham,
tapi kita bisa saling bercermin di hati masing-masing


#untukmu yang belum ku kenal


Selasa, 26 Maret 2013

1:56 PM





anda tidak pernah menyakiti saya,
tapi saya yang merasa tersakiti..
apa ini artinya saya tidak suka anda bergandeng tangan dengan wanita lain?
tapi kenapa saat anda menyentuh jari jemari saya, saya tidak ijinkan?

saya katakan, saya sedih, anda pun boleh anggap saya egois.

Senin, 10 Desember 2012

SATU PERSEN


                      oleh Didah Hamidah



Penyihir negeri seberang
sihirmu t'lah sampai dimataku
memekatkan pandangku dari
dunia dusta
di tengah lelaki pendusta



Ini aku menangis menahan perih
cintaku habis terkikis
bersisa satu persen saja. Sebab
sihirmu menahan panah terujung
menyisahkan harap tak berjudul

penyihir negeri seberang
bawa aku menyebrang ke negerimu
menjauh dari lelaki pendusta

Jumat, 06 Juli 2012

kristalkasihku

mungkin tulisan ini mampu berubah menjadi artepak di hatimu yang kini telah menghapusku, atau benar-benar t'lah menghilangkanku yang terus menyakitimu.
boleh saja jika kau memakiku atau membenciku, asal namaku tetap kau ingat. bagiku untuk sekarang itu sudah cukup
setengah dari umurku kuhabiskan untuk tertawa bersamamu, membagi kisah cerita, segalanya. tak ada yang kusembunyikan. 'karena terlalu banyak waktu untuk kita bersama, sahabat'.
apa aku yang bodoh, atau sebut saja munafik, untuk mengakui rasa hatiku yang ternyata sama dengan mu.
ku pikir ini bukan. atau salah. dan tidak!!!!
saat semua berjalan, dan kau pun berjalan menjauhiku. pada akhirnya aku sadar. lebih dari segala-galanya aku juga merasakan itu juga.
tapi mungkin kau lelah karena separuh dari umurmu itu, kau habiskan hanya untuk perpempuan sepertiku hingga akhirnya, kau pergi_

-didah hamidah-

Rabu, 30 Mei 2012

BERMAIN DIAM

                                        Oleh Didah Hamidah


           
 
Teman...
Jangan katakan! rasamu....

Cukup hatimu yang tahu
Biarkan aku dirundung rasa tanya
Tatkala memikirkanmu
Kurasa akan lebih baik begini

Jika nanti telingaku terus menanti bisikan cintamu
Dan gadis genit ini merayumu untuk itu
Jangan pedulikan, karena nantinya
Tak akan ada jarak lagi untuk kita

Kau akan setiap hari menelponku,
Dan aku akan selalu menantikan sms darimu,
Kau pun nantinya akan memboncengku,
Dan tanganku akan melingkari perutmu
hingga sepanjang jalan dadaku pun terus  menempel di punggungmu.

Lalu tangan kita akan saling bersentuhan
Semuanya berjalan dengan indah
Tetapi lihat saja!
Kau akan tak tahan lagi memandangi pipiku yang merona
Kau juga akan berkata bosan
Lalu alisku mungkin beradu saat membayangkan kau pergi
Meninggalkanku
Dan akhirnya kubiarkan kau pun menikmati pipiku yang
lama kelamaan licin

aku akan sudah tahu jika nanti kau kembali berkata
bosan

berikutnya bibirku yang merah,
menggodamu
lalu kau akan menatap wajahku lebih dekat. Sangat dekat.
Jika begitu aku akan melangkah mundur.
Tapi tanganmu akan menahan pinggangku
Menariknya, menyatukan tubuh kita.
Kemudian kau akan mengangkat daguku terlahan
memaku wajahku ditatapanmu yang
penuh nafsu.
Perlahan mataku tertutup dan menikmati sentuhanmu

Dan jika lebih lama lagi kita merajut cinta,
Mungkin kau akan menjelajahi setiap lekukan tubuhku
Saat itu
Aku tak akan menyuruhmu diam
Atau melakah mundur, karena
Cintamu menyelimuti tubuhku
Membungkam bibirku,  menarik lidahku.
Menjadi kasur disetiap tidur kita

Jika nanti kau berkata. ‘Bosan’.
Tak akan ada lagi yang dapat kuberikan  untukmu.
Di hari itu
Mungkin karena itu
Kau akan meninggalkanku

Sebab itu,
Ku katakan jangan katakan
diamlah.

MONOLOG DRAMA KEN DEDES
             'luapan hati ken dedes,
                                  laki-laki itu'
waktu menari-nari di lembaran cinta, membolak balik tulisan takdir sang dewata. Manusia sepertiku tak kuasa melawan takdir, saat cinta yang kuharap tak kunjung datang, saat keluargaku t'lah hilang dibantai, saat mimpi t'lah musnah. Aku mati abstrak di mimpi yang kandas.

langit dan bumi pun bersaksi dijanji yang terpaksa kuucap, ditinta cinta yang dipaksa. wanita sepertiku tak mampu marah, tak dapat berdendam. walau bagaimanapun laki-laki itu suamiku dan aku adalah seorang istri juga seorang ibu yang kelak membesarkan anak-anaknya. aku tak dapat melawan tulisan takdir yang mengukirkan cintaku yang baru.

Laki-laki itu suamiku...............

                                                                                                     Oleh Didah Hamidah